


huft.



huft.
blm sukses
tak berani menampakkan diri..
ingin diam saja…
tanpa komentar…
hanya btuh ketenangan…
lebih baik berbuat daripada berbicara….
ikhtiar dan berdoa adalah jalan yang terbaik…
aku ingin fokus,,
maafkan aku ???????
Beberapa waktu yang lalu aku menuliskan beberapa tulisan tentang pembangkit listrik mandiri (Swadaya Listrik). Nah, kemarin (Minggu, 02/04/2006) MetroTV dalam acaranya IptekTalk mengetengahkan pembangkit listrik tenaga hibrida, yaitu dengan menggunakan gabungan sel surya (solar cell) dengan generator diesel. Uniknya, PLTH ini telah dibangun di 25 lokasi tersebar di Indonesia.
Nara sumber acara ini adalah Dr. Aminuddin Chalid (Dir LEN Industri) dan Dr Arya Rezavidi (BPPT) yang dipandu oleh Denia A. Samad. Terbetik bahwa PLTH ini telah dibangun di 25 lokasi, salah satunya di Kabupaten Gorontalo dan Parangtritis Yogyakarta.
Sesuai dengan namanya, yaitu PLTH, maka untuk membangkitkan listrik digunakan lebih dari 1 macam pembangkit. Tetapi yang agak berbeda adalah kombinasi ini menggabungkan sumber energi yang dapat diperbaharui (renewable) dengan yang tidak dapat diperbaharui (unrenewable). Dalam talk show tersebut sumber energi renewable diwakili oleh sel surya sedangkan yang unrenewable diwakili oleh diesel yang menggunakan bahan bakar solar.
Dari pembicaraan tersebut, di salah satu PLTH, ditengarai sel surya sanggup menghasilkan 40 KW sedangkan diesel dapat menghasilkan 125 KW. Tampak bahwa sumber energi yang terbesar masih dihasilkan oleh diesel.
Sel surya yang mengambil energi dari matahari ini hanya dapat menghasilkan listrik ketika ada matahari, yaitu pagi sampai sore. Syukurlah bahwa beban puncak penggunaan listrik adalah malam hari. Sedangkan listrik yang dihasilkan sel surya disimpan di baterai sehingga dapat dipergunakan malam harinya.
Tapi memang beban puncak melebihi kemampuan pembangkitan listrik sehingga kekurangan disuplai oleh diesel. Jadi diesel baru akan bekerja ketika beban puncak yang biasanya malam hari. Dan karena diesel tidak bekerja full-time, maka efisiensinya naik. Umur pakai diesel jadi lebih panjang, yaitu mencapai 10 tahun.
Memang operasional diesel lebih mahal walau pun investasi atau pengadaannya relatif lebih murah. Sedangkan sel surya lebih mahal pengadaannya walau pun biaya operasional amat-sangat murah. Tercatat dari pembicaraan kemarin, biaya pengadaan sel surya mencapai USD 4/W. Jadi kalau mau membangkitkan daya 40 KW, maka diperlukan dana 40,000 x USD 4 = USD 160,000. Wuih, mahal amat yak? Tapi hampir tidak memerlukan biaya operasional.
created by: emanuel setio dewo
bwt seluruh alumni kirttegun!!
tgl 23-24 agustus 2008 akan segera diadakan CO2 2007/2008…..
mhon partisipasinya!!!!
kirttegun 0708
salam iptek!
/images/Bluehills_04.jpg - Bluehills_04.jpg’
Hei kawan kali ini saya sedang belajar bagaimana caranya membuat posting.Ini adalah pelajaran membuat blog pertama saya.Saya rasa saya sangat senang dan bahagia.Mudah - mudahan dengan adanya pelajaran ini saya mendapatkan pengalaman luar biasa.
Welcome to your new blog. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!
An email has been sent to you giving you details of how to log in to the administration section. From there you can change the design by clicking on the tab MANAGE and then click on the tab THEMES. If you have any questions, ask them in the forums — we are only too willing to help.